PPID Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju

Pelepasan Ekspor Perdana 8000 MT RBDPKO Sulawesi barat tujuan China




Indonesia menjadi negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. “Sulawesi Barat dengan potensi lahan sawit yang besar memiliki peluang untuk mengisi kebutuhan industri ini,” kata Arifin Tasrif, Sekretaris Badan Karantina Pertanian yang hadir untuk melepas ekspor minyak sawit ini ke Cina, di Pelabuhan Tanjung Bakau, Kabupaten Pasang Kayu Provinsi Sulawesi Barat (8/3). Jumlah volume Palm Kernel Oil yang diekspor adalah 8.000 MT dengan total nilai setara dengan 90 milyar rupiah dengan tujuan 3 kota di negeri Cina masing-masing Zhapu, Ahitubiek dan Zhangjiagang. Pemilik komoditas ini PT Tanjung Sarana Lestari (TSL) menyebutkan selain Cina, negera seperti Filipina, India, Korea juga meminati produk ini.

Akhmad juga mengungkapkan bahwa guna meningkatkan layanan perkarantinaan kepada industri, pihaknya telah meningkatkan sarana dan prasarana di laboratorium Karantina Mamuju. Dengan telah mengantongi akreditasi ISO/EIC 17025:2017 akan menjamin keakurasian terhadap hasil uji sehingga komoditas ekspor dapat memiliki daya saing dan diterima oleh negara tujuan. Selain itu, penerapan layanan inline inspection dan layanan prioritas bagi pelaku usaha agribisnis yang patuh juga menjadi terobosan Karantina Pertanian Mamuju dalam turut mendongkrak volume ekspor produk pertanian asal Provinsi Sulawesi Barat. Hal senada juga disampaikan oleh  unsur  Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Bupati Kab. Pasangkayu, Ir. H. Agus Ambo Djiwa, MP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya pembangunan pertanian yang dilakukan oleh seluruh jajaran Kementerian Pertanian di daerahnya.

Sekretaris Badan yang hadir mewakili Kepala Badan Karantina Pertanian menyampaikan pesan agar seluruh jajaran Karantina Pertanian di Mamuju untuk terus jaga integritas dan tingkatkan profesionalitas dalam melakukan tindakan karantina. “Kita  jaga  betul jangan sampai ada komplain atau Notify of Non Compliance, NNC dari negara tujuan ekspor.  Selain dapat merugikan para pelaku usaha karena komoditasnya ditolak hal ini juga dapat mengurangi trust dari negara tujuan ekspor.  Ini akan selalu menjadi fokus layanan kami,” pungkas Arifin.